17 september 2015 saya sudah mulai cuti hamil...walaupun Hari Perkiraan lahir tanggal 12 oktober 2015 tapi untuk jaga jaga jika perkiraan bisa maju atau mundur makanya saya ambil cuti sebulan sebelum HPL....hari pertama cuti kerja tanpa aktivitas kantor yang padat atau seharian didepan layar komputer,saya isi dengan banyak istirahat dan mempersiapkan kebutuhan utun daling nantinya( sebutan untuk debay dalam perut saya panggil utun daling).
Baru dua hari meninggalkan kegiatan kantor bos telepon meminta saya membuat proposal yang penting untuk kementerian dan meminta saya untuk masuk lagi beberapa hari tapi walaupun saya merasa sanggup tapi suami tidak mengijinkan saya kembali ke kantor dalam keadaan hamil besar dan sedang menunggu HPL, dia khawatir diperjalanan bolak balik kantor dan proses pembuatan proposal yg mungkin akan menyita waktu dan pikiran saya hingga dia khawatir saya stress jadi dengan berat hati saya menolak permintaan bos walaupun dipasilitasi antar jemput mobil pribadinya
Alhamdulillah selama kehamilan sampai 9 bulan tidak ada keluhan yang berarti bahkan ngidam dan mual mual seperti kebanyakan orang tidak saya rasakan sama sekali,benar benar menikmati kehamilan ini
Seminggu dirumah seharian sudah terasa bosan aja karena terbiasa ngantor dari pagi sampai sore dan tanda tanda utun daling mau launching pun masih belum terasa, tapi tenang aja HPL masih sekitar 3 minggu lagi, tiap pagi jalan kaki ditemani suami mengelilingi komplek perumahan Kang emil ( Ridwan kamil Walikota Bandung) dan tiap pulang jalan kaki pagi pasti sambil nenteng surabi oncom yang dibeli di ujung komplek , aktivitas ngepel nungging pun dilakukan tiap hari biar katanya lancar dan normal, apapun saya lakukan dengan berharap semua baik - baik saja dan normal, minum madu dan kurma setiap hari dicekokin sama suami saya jabanin walaupun awalnya tidak menyukai yang terlalu manis apalagi madu dan kurma
Banyakin jalankaki itu yang semua orang sarankan setiap saya bertemu orang dan menanyakan kondisi hamil besar saya, makanya saya sering jalan jalan ke mall atau cafe biar tidak terasa cape nya
4 sampai 5 jam berjalan jalan di mall memang menyenangkan tapi kadang isi dompet yang sedikit terkuras karena sesi jalan jalan diakhiri dengan makan direstoran
Seminggu sebelum HPL masih belum terasa ada tanda-tanda mules bayi akan lahir, sedangkan teman yang HPL nya masih sebulan lagi malah sudah lahiran karena pecah ketuban duluan walaupun berat bayinya 2,6kg tapi Alhamdulillah normal dan selamat.Rasanya pengen cepat - cepat melahirkan juga, sudah tidak sabar memeluk bayi dalam pangkuan dan menyusuinya dengan hangat, membayangkan memiliki bayi yang lucu dan imut sungguh luar biasa
Tapi HPL masih seminggu lagi dibanyakin jalan kaki santai aja sama
ngepel jongkok tiap pagi, kadang rute jalan kaki Cuma muter muter kamar
dan ruang tamu saja yang penting terus bergerak, apapun dilakukan dan ngikutin
saran sana sini untuk persalinan yang normal dan lancar, tiap hari selalu
browsing artikel yang berkaitan dengan proses kehamilan dan persalinan,
menambah wawasan dan pengetahuan biar kitanya siap dan tenang menghadapi
persalinan.
Besok Tanggal 12 oktober 2015
tapi masih aja belum ada tanda tanda kontraksi mules seperti yang yang diharapkan Cuma sedikit kontraksi palsu
yang hilang sendiri kalau di istirahatkan,tapi mudah – mudahan tepat waktu ya
utun daling jangan sampai lewat jauh dari Hari Perkiraan Lahir.
12 Oktober, duhhh masih belum
terasa mules aja tapi kata bidan hari ini
harus chekUp,jam 9 pagi udah siap – siap ke bidan yang jaraknya sekitar
2 km dari rumah,saya berniat jalan kaki walaupun lumayan jauh tapi tetap
semangat ditemani suami yang siap siaga selalu selama proses kehamilan Sampai
di tempat Bidan sekitar jam sepuluh pagi saya langsung diperiksa berat badan
yang saat itu 57kg naik satukilo dari periksa terakhir, tekanan darah selalu
normal dari awal kehamilan sampai sekarang tapi yang saya kaget tinggi fundus
sudah 34 yang sebelumnya Cuma 30 saat periksa 10 hari yang lalu itu tandanya
berat bayi sudah bertambah, dan yang saya tahu untuk tahu berat bayi kita
tinggal hitung rumus manualnya 34dikurangi 11( dikurangi 11 jika bayi sudah
masuk pinggul) dan dikali 155 dan itu berarti berat bayi sudah sekitar 3,565
kg) dari hati sudah ada rasa khawatir apakah pinggul saya cukup untuk
mengeluarkan bayi sebesar itu mengingat tinggi badan saya yang kurang dari
semeter setengah, saya malah tanya ke bidan apakah saya perlu USG di akhir
kehamilan untuk memastikan tapi kata bidannya tidak perlu lalu bidan pun
melakukan Pemeriksaan Dalam ( PD Kebidanan) dan ternyata saya sudah pembukaan
dua, kaget juga kok bisa udah pembukaan dua padahal samasekali tidak ada mules
yang berarti hanya kontraksi kecil yang biasa saja,saya disuruh pulang dan
datang kembali kapanpun jika dirasa mules yang amat sangat, dan pulangnya saya
memutuskan untuk berjalan kaki kembali dengan jarak yang 2 km tapi melewati
komplek perumahan. Ditengah perjalanan rasanya pengen buang air kecil yang amat
sangat sampai susah jalan dan untungnya dekat dengan mesjid komplek dan saya
pun ikut ke toilet mesjid itu untuk buang air kecil. Dan saat di toilet saya
kaget karena sudah ada bercak darah di celana dalam dan darah yang menggumpal
keluar bersamaan dengan air kencing dan seperti yang saya tahu dan saya baca
itu adalah tanda – tanda akan melahirkan tapi walaupun demikian saya masih
belum merasakan mules-mules, pulang dari bidan tidak langsung ke rumah tapi
mampir ke supermarket dekat rumah untuk membeli perbekalan perang ( persalinan)
jika nanti tiba-tiba pembukaan sudah bertambah, saat itu saya membeli roti
kismis, chessroll, kurma, madu, telur ayam kampung, dan beberapa teh kotak dan
aqua.
Sampai rumah saya beritahukan
pada keluarga bahwa saya sudah pembukaan dua tapi tidak merasakan mules sama
sekali, saran dari keluarga ditunggu aja mumgkin sore atau malam, dan saya pun
tetap berjalan jalan dan melakukan stimulasi –stimulasi yang disarankan untuk
mempercepat pembukaan. Hingga lewat jam 9 malam rasa mules tidak kunjung datang
sampai membuat cemas suami dan orang rumah, tapi saya santai aja dengan
pemikiran jika utun daling mau keluar nanti juga dia kasih isyarat ke amihnya
dan saya memutuskan untuk tidur dan beristirahat.
Jam 12 malam lebih 10 menit tiba
– tiba saya terbangun dengan rasa mules yang sangat berbeda dan kontraksi yang
sangat melilit seolah olah ingin buang air besar, tapi saya belum membangunkan
suami karena takut mungkin hanya kontraksi palsu biasa, tapi setelah dirasa
rasa mulesnya sudah 3 menit sekali dan sangat mules lalu saya membangunkan
suami dan meminta mengantarkan ke bidan malam itu juga. Jam 1 malam saya sampai
di bidan dan bidanpun langsung memeriksa saya melalukan Pemeriksaan Dalam dan
ternyata sudah pembukaan 4, dan malam itu saya di siapkan kamar untuk menginap
disana, yang saya tahu untuk menambah pembukaan biar cepat ya dengan tetap
berjalan jalan kecil sambil mengatur pernapasan dan itu saya lakukan sampai jam
2 malam walaupun dengan jeda kontraksi 3 menit sekali masih saya tahan dan
nikmati tanpa berkeluh kesah dan saran bidan agar saya istirahat tidur saja
menghadap kiri agar tidak lelah dan pemeriksaan dalam dilakukan 4 jam setelah
pemeriksaan terakhir berarti itu nanti sekitar jam 4 pagi dan berharap
pembukaan sudah bertambah, saat itu di bidan ada satu pasien yang baru
melahirkan jam 7 malam tadi dengan bayi perempuan cantik yang beratnya 2,6 kg
dan tinggi 45cm dan dari cerita nya dia merasakan mules dua hari dua malam yang
tak tertahankan makanya menjerit jerit nangis kesakitan dan ketika melihat saya
sudah pembukaan 4 masih bisa jalan –jalan dan tidak mengeluh dia merasa salut
kok bisa nahan sakit katanya, saya Cuma bisa tersenyum dan menguatkan diri
mudah- mudahan saya bisa melalui ini dengan tenang. Jam 4 pagi bidan melakukan
Pemeriksaan Dalam lagi dan saya sudah pembukaan 6, sebentar lagi kata bidan
mungkin sekitar jam 7 pagi saya bisa melahirkan, kontraksi pun semakin hebat
dan saya masih bisa menahannya dengan pernapasan yang sudah saya pelajari
sebelumnya dan tetap saya masih bisa berjalan – jalan kecil sekitar kamar isudah
pembukaan delapan dan itu berarti hanya dua lagi pembukaaan untuk ke pembukaan
lengkap dan siap mengeden.saking semangatnya saat pembukaan sudah delapan dan
kontraksi sudah semakinn menghebat tetap saya kuatkan tekad untuk tetap
berjalan jalan kecil karena kata bidan hanya sedikit lagi sampai jam 9 pagi
bidan melakukan pemeriksaan dalam kembali namun pembukaan masih tetap di
delapan, saya mulai galau dan cemas kenapa masih belum naik naik pembukaan nya
padahal apapun yang disarankan bidan saya ikuti, sampai tidur miring ke kiri
tehnik perrnapasan yang ditiupkan ke pantat seolah mau buang air besar dan
ngeden ke area anus saya lakukan asal jangan sampai mengedenke jalan lahir
karena belum pembukaan lengkap, penuh perjuangan saya masih bersabar dan
menguatkan diri menahan kontraksi yang makin menggila tanpa jeda hingga jam 10
pagi berharap pembukaan sudah lengkap tapi ternyata masih tetap dipembukaan
delapan hingga bidan mengambil tindakan dengan memecahkan air ketuban dengan
harapan memicu kontraksi yang tinggal dua lagi, seperti dalam keadaan hidup dan
mati menahan kontraksi hingga benar – benar tak tertahankan lagi sampai saya
merasa kepayahan dan pernapasan semakin tak bisa saya lakukan lagi hingga jam 2
siang pembukaan masih mentok di delapan dan saya menyerah setelah kurang lebih
4jam bertahan dan bersabar menunggu pembukaan lengkap yang tak kunjung lengkap
dan kontraksi yang semakin tidak tertahankan lagi sampai saya menjerit jerit
kesakitan yang tidak ada dua nya, suami mengambil tindakan untuk membawa saya
ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan lanjutan mengingat sudah 4 jam air
ketuban dipecahkan dan tidak ada kemajuan karena suami tahu bahwa air ketuban
bertahan hanya sekitar 6 jam jika lebih dari itu takut membahayakan janin dan
sayapun setuju untuk dibawa ke rumah sakit saat itu juga. Dalam keadaan
kontraksi yang tidak ada jeda saya dibawa ke RSU Bungsu jl. Veteran Bandung,
selama dalam perjalanan sungguh sangat menyiksa seperti dibanting banting ke
dasar tebing yang penuh bebatuan.
Sampai Rumah sakit saya langsung
ditangani dengan sigap oleh suster masuk
ke ruamg bersalin maksudnya mau di tindak lanjuti di usahakan persalinan normal
tapi rasanya saya sudah sangat tidak tahan lagi melalui proses ini itunya, saat
pemasangan infus dan pemakaian baju pasien rasanya sudah sangat menyiksa,lalu
saya meminta langsung operasi caesar saja dan di suami langsung mengurus
surat-surat dan persyaratann yang harus dilengkapi , setelah semua beres saya
dipindah ke ruangan operasi katanya dokter akan datang 15 menit kemudian...duhh
rasanya seperti se abad lamanya nunggu dokter datang, rasanya pengen cepat-
cepat di bius penghilang rasa sakit,di dalam hati berkata “ akhirnya saya
menyerah dan mengalah pada meja operasi yang saya hindari dari awal”,namun
itulah kehendak yang tidak bisa ditawar lagi kita hanya bisa berusaha
semaksimal mungkin sampai benar-benar tidak sanggup lagi, yang penting saya dan
bayi dalam kandungan bisa lahir dengan sehat dan selamat.
Masuk ruangan operasi saya
dipaksa harus duduk dulu dengan badan menjorok ke depan karena harus di suntik
di area punggung...Badan harus tenang dan dilemaskan dibantu perawat tapi
melakukan itu sangat susah sekali jika dalam keadaan kontraksi yang sangat
hebat disuruh tenang dan melemaskan badan, dengan sedikit sisa tenaga saya
ikuti kata perawat dengan menarik nafas pelan –pelan dan mencoba mengabaikan
rasa sakit, setelah itu saya dibaringkan kembali dan tim dokter dan perawat
melakukan tugasnya mengoperasi saya diawali dengan membius bagian perut sampai
ujung kaki hingga sama sekali bagian itu tidak bisa saya rasakan namun dari
dada ke atas saya masih sadar dan mendengar percakapan mereka di sela- sela
operasi bahkan saat tangisan bayi pertamakalipun saya dengar,lega dan haru
ketika sang jabang bayi sudah keluar dengan sehat dan selamat dan ternyata
berat bayi 3,6 kg dengan panjang 50 cm,laki-laki lahir hari selasa 13 oktober
2015 jam 16.13,ohhh ternyata berat bayi yang besar yang membuat pembukaan tidak
naik – naik sedangkan pinggul saya kecil hingga pintu jalan lahirpun sulit
terbuka, di sela sela dokter menjahit saya sempat flahback mengingat mitos –
mitos yang saya abaikan saat kehamilan diantaranya jangan makan pakai piring
yang gede nanti bayinya gede didalam susah keluarnya, pikir saya saat itu
gapapa pake piring yang gede asal porsinya kecil jadi gak ngaruh juga soalnya
mungkin jika pakai piring yang gede berarti porsi makannya juga jadi banyak
akhirnya bikin gede tapi kalau piring gede porsinya kecil ya gapapa, lalu
jangan minum air dingin nanti bayinya gede juga, saya sih ga minum air dingin Cuma
minum yogurt yang dingin sehari sebotol itu juga ga langsung habis Cuma pas
pengen buka kulkas minum seteguk dua teguk tapi tetap judulnya dingin dan buah
buahan yang sudah dipotong – potong yang disimpan didalam kulkas.tapi sudahlah
yang penting saya sudah melewati proses operasi caesar dan cepat – cepat ingin
melihat bayi
Setelah dokter selesai melakukan tugasnya sayapun dipindah keruangan pemulihan, yang saya rasakan waktu itu sekitar bahu dan tangan saya menggigil tak tertahankan kedinginan yang amat sangat jadi saya meminta untuk mengoleskan kayu putih dan diselimutin yang hangat, Tengah malam biusan yang di area kaki sampai perut perlahan -lahan mulai hilang dan berganti dengan menggigil yang amat sangat seperti yang tadi sore di area bahu dan tangan, setengah badan saya bergetar dan menggoyang -goyang perut yang sudah dijahit rasanya ngilu dan sakit, saya meminta suami memanggil suster dan meminta tiga selimut dan pereda sakit, dan suster bilang itu biasa terjadi pasca operasi jika pengaruh bius sudah hilang karena didalam tubuh beberapa saat tidak ada aktifitas pembakaran sehingga badan kita jadi menggigil kedinginan, saya disuruh benar benar istirahat di tempat tidur 24jam dan mencoba miring kekanan dan kiri jika dirasa sudah bisa,
Alhamdulillah esok pagi nya saya sudah merasa baikan dan saya sudah tidak sabar untuk melihat bayi mungil yang kami beri nama Nagib Bani Baihaqi, Keluarga mulai berdatangan untuk menengok saya dan bayi mungil Nagib bani Baihaqi





