Rabu, 18 November 2015

17 september 2015 saya sudah mulai cuti hamil...walaupun Hari Perkiraan lahir tanggal 12 oktober 2015 tapi untuk jaga jaga jika perkiraan bisa maju atau mundur makanya saya ambil cuti sebulan sebelum HPL....hari pertama cuti kerja tanpa aktivitas kantor yang padat atau seharian didepan layar komputer,saya isi dengan banyak istirahat dan mempersiapkan kebutuhan utun daling nantinya( sebutan untuk debay dalam perut saya panggil utun daling).
Baru dua hari meninggalkan kegiatan kantor bos telepon meminta saya membuat proposal yang penting untuk kementerian dan meminta saya untuk masuk lagi beberapa hari tapi walaupun saya merasa sanggup tapi suami tidak mengijinkan saya kembali ke kantor dalam keadaan hamil besar dan sedang menunggu HPL, dia khawatir diperjalanan bolak balik kantor dan proses pembuatan proposal yg mungkin akan menyita waktu dan pikiran saya hingga dia khawatir saya stress jadi dengan berat hati saya menolak permintaan bos walaupun dipasilitasi antar jemput mobil pribadinya
Alhamdulillah selama kehamilan sampai 9 bulan tidak ada keluhan yang berarti bahkan ngidam dan mual mual seperti kebanyakan orang tidak saya rasakan sama sekali,benar benar menikmati kehamilan ini




Seminggu dirumah seharian sudah terasa bosan aja karena terbiasa ngantor dari pagi sampai sore dan tanda tanda utun daling mau launching pun masih belum terasa, tapi tenang aja HPL masih sekitar 3 minggu lagi, tiap pagi jalan kaki ditemani suami mengelilingi komplek perumahan Kang emil ( Ridwan kamil Walikota Bandung) dan tiap pulang jalan kaki pagi pasti sambil nenteng surabi oncom yang dibeli di ujung komplek , aktivitas ngepel nungging pun dilakukan tiap hari biar katanya lancar dan normal, apapun saya lakukan dengan berharap semua baik - baik saja dan normal, minum madu dan kurma setiap hari dicekokin sama suami saya jabanin walaupun awalnya tidak  menyukai yang terlalu manis apalagi madu dan kurma
Banyakin jalankaki itu yang semua orang sarankan setiap saya bertemu orang dan menanyakan kondisi hamil besar saya, makanya saya sering jalan jalan ke mall atau cafe biar tidak terasa cape nya
4 sampai 5 jam berjalan jalan di mall memang menyenangkan tapi kadang isi dompet yang sedikit terkuras karena sesi jalan jalan diakhiri dengan makan direstoran



Seminggu sebelum HPL masih belum terasa ada tanda-tanda mules bayi akan lahir, sedangkan teman yang HPL  nya masih sebulan lagi malah sudah lahiran karena pecah ketuban duluan walaupun berat bayinya 2,6kg tapi Alhamdulillah normal dan selamat.Rasanya pengen cepat - cepat melahirkan juga, sudah tidak sabar memeluk bayi dalam pangkuan dan menyusuinya dengan hangat, membayangkan memiliki bayi yang lucu dan imut sungguh luar biasa

Tapi HPL masih seminggu  lagi dibanyakin jalan kaki santai aja sama ngepel  jongkok tiap pagi,  kadang rute jalan kaki Cuma muter muter kamar dan ruang tamu saja yang penting terus bergerak, apapun dilakukan dan ngikutin saran sana sini untuk persalinan yang normal dan lancar, tiap hari selalu browsing artikel yang berkaitan dengan proses kehamilan dan persalinan, menambah wawasan dan pengetahuan biar kitanya siap dan tenang menghadapi persalinan.
Besok Tanggal 12 oktober 2015 tapi masih aja belum ada tanda tanda kontraksi mules seperti yang  yang diharapkan Cuma sedikit kontraksi palsu yang hilang sendiri kalau di istirahatkan,tapi mudah – mudahan tepat waktu ya utun daling jangan sampai lewat jauh dari Hari Perkiraan Lahir.
12 Oktober, duhhh masih belum terasa mules aja tapi kata bidan hari ini  harus chekUp,jam 9 pagi udah siap – siap ke bidan yang jaraknya sekitar 2 km dari rumah,saya berniat jalan kaki walaupun lumayan jauh tapi tetap semangat ditemani suami yang siap siaga selalu selama proses kehamilan Sampai di tempat Bidan sekitar jam sepuluh pagi saya langsung diperiksa berat badan yang saat itu 57kg naik satukilo dari periksa terakhir, tekanan darah selalu normal dari awal kehamilan sampai sekarang tapi yang saya kaget tinggi fundus sudah 34 yang sebelumnya Cuma 30 saat periksa 10 hari yang lalu itu tandanya berat bayi sudah bertambah, dan yang saya tahu untuk tahu berat bayi kita tinggal hitung rumus manualnya 34dikurangi 11( dikurangi 11 jika bayi sudah masuk pinggul) dan dikali 155 dan itu berarti berat bayi sudah sekitar 3,565 kg) dari hati sudah ada rasa khawatir apakah pinggul saya cukup untuk mengeluarkan bayi sebesar itu mengingat tinggi badan saya yang kurang dari semeter setengah, saya malah tanya ke bidan apakah saya perlu USG di akhir kehamilan untuk memastikan tapi kata bidannya tidak perlu lalu bidan pun melakukan Pemeriksaan Dalam ( PD Kebidanan) dan ternyata saya sudah pembukaan dua, kaget juga kok bisa udah pembukaan dua padahal samasekali tidak ada mules yang berarti hanya kontraksi kecil yang biasa saja,saya disuruh pulang dan datang kembali kapanpun jika dirasa mules yang amat sangat, dan pulangnya saya memutuskan untuk berjalan kaki kembali dengan jarak yang 2 km tapi melewati komplek perumahan. Ditengah perjalanan rasanya pengen buang air kecil yang amat sangat sampai susah jalan dan untungnya dekat dengan mesjid komplek dan saya pun ikut ke toilet mesjid itu untuk buang air kecil. Dan saat di toilet saya kaget karena sudah ada bercak darah di celana dalam dan darah yang menggumpal keluar bersamaan dengan air kencing dan seperti yang saya tahu dan saya baca itu adalah tanda – tanda akan melahirkan tapi walaupun demikian saya masih belum merasakan mules-mules, pulang dari bidan tidak langsung ke rumah tapi mampir ke supermarket dekat rumah untuk membeli perbekalan perang ( persalinan) jika nanti tiba-tiba pembukaan sudah bertambah, saat itu saya membeli roti kismis, chessroll, kurma, madu, telur ayam kampung, dan beberapa teh kotak dan aqua.
Sampai rumah saya beritahukan pada keluarga bahwa saya sudah pembukaan dua tapi tidak merasakan mules sama sekali, saran dari keluarga ditunggu aja mumgkin sore atau malam, dan saya pun tetap berjalan jalan dan melakukan stimulasi –stimulasi yang disarankan untuk mempercepat pembukaan. Hingga lewat jam 9 malam rasa mules tidak kunjung datang sampai membuat cemas suami dan orang rumah, tapi saya santai aja dengan pemikiran jika utun daling mau keluar nanti juga dia kasih isyarat ke amihnya dan saya memutuskan untuk tidur dan beristirahat.
Jam 12 malam lebih 10 menit tiba – tiba saya terbangun dengan rasa mules yang sangat berbeda dan kontraksi yang sangat melilit seolah olah ingin buang air besar, tapi saya belum membangunkan suami karena takut mungkin hanya kontraksi palsu biasa, tapi setelah dirasa rasa mulesnya sudah 3 menit sekali dan sangat mules lalu saya membangunkan suami dan meminta mengantarkan ke bidan malam itu juga. Jam 1 malam saya sampai di bidan dan bidanpun langsung memeriksa saya melalukan Pemeriksaan Dalam dan ternyata sudah pembukaan 4, dan malam itu saya di siapkan kamar untuk menginap disana, yang saya tahu untuk menambah pembukaan biar cepat ya dengan tetap berjalan jalan kecil sambil mengatur pernapasan dan itu saya lakukan sampai jam 2 malam walaupun dengan jeda kontraksi 3 menit sekali masih saya tahan dan nikmati tanpa berkeluh kesah dan saran bidan agar saya istirahat tidur saja menghadap kiri agar tidak lelah dan pemeriksaan dalam dilakukan 4 jam setelah pemeriksaan terakhir berarti itu nanti sekitar jam 4 pagi dan berharap pembukaan sudah bertambah, saat itu di bidan ada satu pasien yang baru melahirkan jam 7 malam tadi dengan bayi perempuan cantik yang beratnya 2,6 kg dan tinggi 45cm dan dari cerita nya dia merasakan mules dua hari dua malam yang tak tertahankan makanya menjerit jerit nangis kesakitan dan ketika melihat saya sudah pembukaan 4 masih bisa jalan –jalan dan tidak mengeluh dia merasa salut kok bisa nahan sakit katanya, saya Cuma bisa tersenyum dan menguatkan diri mudah- mudahan saya bisa melalui ini dengan tenang. Jam 4 pagi bidan melakukan Pemeriksaan Dalam lagi dan saya sudah pembukaan 6, sebentar lagi kata bidan mungkin sekitar jam 7 pagi saya bisa melahirkan, kontraksi pun semakin hebat dan saya masih bisa menahannya dengan pernapasan yang sudah saya pelajari sebelumnya dan tetap saya masih bisa berjalan – jalan kecil sekitar kamar isudah pembukaan delapan dan itu berarti hanya dua lagi pembukaaan untuk ke pembukaan lengkap dan siap mengeden.saking semangatnya saat pembukaan sudah delapan dan kontraksi sudah semakinn menghebat tetap saya kuatkan tekad untuk tetap berjalan jalan kecil karena kata bidan hanya sedikit lagi sampai jam 9 pagi bidan melakukan pemeriksaan dalam kembali namun pembukaan masih tetap di delapan, saya mulai galau dan cemas kenapa masih belum naik naik pembukaan nya padahal apapun yang disarankan bidan saya ikuti, sampai tidur miring ke kiri tehnik perrnapasan yang ditiupkan ke pantat seolah mau buang air besar dan ngeden ke area anus saya lakukan asal jangan sampai mengedenke jalan lahir karena belum pembukaan lengkap, penuh perjuangan saya masih bersabar dan menguatkan diri menahan kontraksi yang makin menggila tanpa jeda hingga jam 10 pagi berharap pembukaan sudah lengkap tapi ternyata masih tetap dipembukaan delapan hingga bidan mengambil tindakan dengan memecahkan air ketuban dengan harapan memicu kontraksi yang tinggal dua lagi, seperti dalam keadaan hidup dan mati menahan kontraksi hingga benar – benar tak tertahankan lagi sampai saya merasa kepayahan dan pernapasan semakin tak bisa saya lakukan lagi hingga jam 2 siang pembukaan masih mentok di delapan dan saya menyerah setelah kurang lebih 4jam bertahan dan bersabar menunggu pembukaan lengkap yang tak kunjung lengkap dan kontraksi yang semakin tidak tertahankan lagi sampai saya menjerit jerit kesakitan yang tidak ada dua nya, suami mengambil tindakan untuk membawa saya ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan lanjutan mengingat sudah 4 jam air ketuban dipecahkan dan tidak ada kemajuan karena suami tahu bahwa air ketuban bertahan hanya sekitar 6 jam jika lebih dari itu takut membahayakan janin dan sayapun setuju untuk dibawa ke rumah sakit saat itu juga. Dalam keadaan kontraksi yang tidak ada jeda saya dibawa ke RSU Bungsu jl. Veteran Bandung, selama dalam perjalanan sungguh sangat menyiksa seperti dibanting banting ke dasar tebing yang penuh bebatuan.
Sampai Rumah sakit saya langsung ditangani  dengan sigap oleh suster masuk ke ruamg bersalin maksudnya mau di tindak lanjuti di usahakan persalinan normal tapi rasanya saya sudah sangat tidak tahan lagi melalui proses ini itunya, saat pemasangan infus dan pemakaian baju pasien rasanya sudah sangat menyiksa,lalu saya meminta langsung operasi caesar saja dan di suami langsung mengurus surat-surat dan persyaratann yang harus dilengkapi , setelah semua beres saya dipindah ke ruangan operasi katanya dokter akan datang 15 menit kemudian...duhh rasanya seperti se abad lamanya nunggu dokter datang, rasanya pengen cepat- cepat di bius penghilang rasa sakit,di dalam hati berkata “ akhirnya saya menyerah dan mengalah pada meja operasi yang saya hindari dari awal”,namun itulah kehendak yang tidak bisa ditawar lagi kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin sampai benar-benar tidak sanggup lagi, yang penting saya dan bayi dalam kandungan bisa lahir dengan sehat dan selamat.
Masuk ruangan operasi saya dipaksa harus duduk dulu dengan badan menjorok ke depan karena harus di suntik di area punggung...Badan harus tenang dan dilemaskan dibantu perawat tapi melakukan itu sangat susah sekali jika dalam keadaan kontraksi yang sangat hebat disuruh tenang dan melemaskan badan, dengan sedikit sisa tenaga saya ikuti kata perawat dengan menarik nafas pelan –pelan dan mencoba mengabaikan rasa sakit, setelah itu saya dibaringkan kembali dan tim dokter dan perawat melakukan tugasnya mengoperasi saya diawali dengan membius bagian perut sampai ujung kaki hingga sama sekali bagian itu tidak bisa saya rasakan namun dari dada ke atas saya masih sadar dan mendengar percakapan mereka di sela- sela operasi bahkan saat tangisan bayi pertamakalipun saya dengar,lega dan haru ketika sang jabang bayi sudah keluar dengan sehat dan selamat dan ternyata berat bayi 3,6 kg dengan panjang 50 cm,laki-laki lahir hari selasa 13 oktober 2015 jam 16.13,ohhh ternyata berat bayi yang besar yang membuat pembukaan tidak naik – naik sedangkan pinggul saya kecil hingga pintu jalan lahirpun sulit terbuka, di sela sela dokter menjahit saya sempat flahback mengingat mitos – mitos yang saya abaikan saat kehamilan diantaranya jangan makan pakai piring yang gede nanti bayinya gede didalam susah keluarnya, pikir saya saat itu gapapa pake piring yang gede asal porsinya kecil jadi gak ngaruh juga soalnya mungkin jika pakai piring yang gede berarti porsi makannya juga jadi banyak akhirnya bikin gede tapi kalau piring gede porsinya kecil ya gapapa, lalu jangan minum air dingin nanti bayinya gede juga, saya sih ga minum air dingin Cuma minum yogurt yang dingin sehari sebotol itu juga ga langsung habis Cuma pas pengen buka kulkas minum seteguk dua teguk tapi tetap judulnya dingin dan buah buahan yang sudah dipotong – potong yang disimpan didalam kulkas.tapi sudahlah yang penting saya sudah melewati proses operasi caesar dan cepat – cepat ingin melihat bayi
Setelah dokter selesai melakukan tugasnya sayapun dipindah keruangan pemulihan, yang saya rasakan waktu itu sekitar bahu dan tangan saya menggigil tak tertahankan kedinginan yang amat sangat jadi saya meminta untuk mengoleskan kayu putih dan diselimutin yang hangat, Tengah malam biusan yang di area kaki sampai perut perlahan -lahan mulai hilang dan berganti dengan menggigil yang amat sangat seperti yang tadi sore di area bahu dan tangan, setengah badan saya bergetar dan menggoyang -goyang perut yang sudah dijahit rasanya ngilu dan sakit, saya meminta suami memanggil suster dan meminta tiga selimut dan pereda sakit, dan suster bilang itu biasa terjadi pasca operasi jika pengaruh bius sudah hilang karena didalam tubuh beberapa saat tidak ada aktifitas pembakaran sehingga badan kita jadi menggigil kedinginan, saya disuruh benar benar istirahat di tempat tidur 24jam dan mencoba miring kekanan dan kiri jika dirasa sudah bisa, 
Alhamdulillah esok pagi nya saya sudah merasa baikan dan saya sudah tidak sabar untuk melihat bayi mungil yang kami beri nama Nagib Bani Baihaqi, Keluarga mulai berdatangan untuk menengok saya dan bayi mungil Nagib bani Baihaqi